Saya
mewawancarai Pak Ahmad ketika sedang mengobrol dengan temannya di taman kopi.
Pegawai swasta yang berusia 40 tahun ini
berasal dari ciawi. Ia bertemu dengan temannya di taman kopi dengan menggunakan
kendaraan umum yaitu kereta.
“Saya suka
kesini karena jadi tempat ngobrol dan silahturahmi sama teman saya. Habisnya
bogor ada ditengah-tengah si antara rumah temen dan rumah saya” ujar Pak Ahmad.
Bogor yang mudah diakses dengan kereta dan berada ditengah-tengah menjadi
pilihan pak Ahmad untuk menuangkai waktu luangnya. Ia datang ke Taman Kopi
ingin mengobrol bersama teman dan keluarganya. Pak Ahmad juga mengaku ketika ke
Bogor Ia mengingat kuliner dari kota bogor ini.
Menurut Pak
Ahmad bogor sangat kurang dalam pariwisatanya. Dimana bogor sangat minim hotel
untuk menginap. Kota ini menurutnya juga tidak ramah dengan pendatang dengan
adanya kemacetan dimana-mana. Namun, Ia tetap menyukai kota yang identik dengan
kuliner ini karena mudah diakses.