Rabu, 07 Oktober 2015

Ahmad : Bogor Identik dengan Kuliner




Saya mewawancarai Pak Ahmad ketika sedang mengobrol dengan temannya di taman kopi. Pegawai  swasta yang berusia 40 tahun ini berasal dari ciawi. Ia bertemu dengan temannya di taman kopi dengan menggunakan kendaraan umum yaitu kereta.
“Saya suka kesini karena jadi tempat ngobrol dan silahturahmi sama teman saya. Habisnya bogor ada ditengah-tengah si antara rumah temen dan rumah saya” ujar Pak Ahmad. Bogor yang mudah diakses dengan kereta dan berada ditengah-tengah menjadi pilihan pak Ahmad untuk menuangkai waktu luangnya. Ia datang ke Taman Kopi ingin mengobrol bersama teman dan keluarganya. Pak Ahmad juga mengaku ketika ke Bogor Ia mengingat kuliner dari kota bogor ini.
Menurut Pak Ahmad bogor sangat kurang dalam pariwisatanya. Dimana bogor sangat minim hotel untuk menginap. Kota ini menurutnya juga tidak ramah dengan pendatang dengan adanya kemacetan dimana-mana. Namun, Ia tetap menyukai kota yang identik dengan kuliner ini karena mudah diakses.

Ilham : Leisure Untuk Anak




                Saat ditemui di depan istana bogor, Pak Yusuf tengah asyik memandangi anaknya sedang memberi makan rusa.  Pak Yusuf yang tinggal dibogor ke tempat tersebut bersama dengan dua orang anaknya.
Ia menganku ia merupakan orang yang sangat peduli dengan anaknya. “waktu luang saya sekarang lebih ke anak. Jadi, saya lebih manfaatin buat kebahagiaan anak-anak saya si”. Pak Yusuf juga pergi ke depan istana bogor karena anaknya merengek untuk turun melihat rusa. Ia mengaku senang ketika melihat anaknya senang jadi Ia mengikutin keinginan anaknya tersebut.
Anak yang menjadi prioritas membuat dirinya memilih tempat-tempat seperti tempat bermain anak dan mall. Ia banyak menghabiskan waktu luang dengan family bonding sesuai keinginan ayahnya. Ia juga senang ke tempat yang dekat dengan rumahnya. Karena hal tersebut ia meluangkan waktu dengan anaknya ke depan istana bogor untuk melihat rusa.

Cyrano Cafe with Adel and Irma


Mahasiswi yang tengah seru mengobrol berdua dengan temannya yaitu Adel dan Irma.  Mereka pada saat ini memilih tempat mengobrol di Cyrano cafe.  Kebetulan Adel yang mempunyai tempat kuliah di dekat Cyrano memilih untuk nongkrong disini. Meskipun sibuk kuliah Ia selalu menyempatkan diri bersama temannya.
Ia mengaku disaat waktu luang ia harus bersama dengan temannya. Ia berkata “ free time aku si harus hangout sama temen dimana aja asal nyaman”. Keduanya setuju kalau menyepatkan waktu luang bersama temannya Ia harus mencari suasana yang nyaman. “buat apa kalo tempatnya gak nyaman mba. Sama aja kita makin mumet” Ujar Irma.
Tempat untuk meluangkan waktu luang mereka bisa di mall untuk shopping, tempat nongkrong dan rumah teman. Adel ingin mendapatkan refreshing dengan pergi ketempat-tempat tersebut.  Faktor yang selalu mereka perhatikan adalah suasana dari tempat tersebut harus nyaman.

Pak Ginting: Waktu Luang Tidak Harus di Luar



Bapak yang jauh-jauh datang dari Sumatra ini terlihat sedang bahagia mengendarai sepeda dengan anaknya. Pak ginting baik hati Ia menyambut kedatangan saya untuk di wawancarai. Ia yang sedang mampir ke kebun raya bogor karena menemani anaknya yang baru kuliah di Bogor.
Pak Gintingberusia 48 tahun ini berkata “ waktu luang tidak harus diluar, bisa dirumah karena tidak pakai uang. Saya juga lebih suka mengikuti kata hati saya mau kemana”.  Bapak ini suka memanfaatkan waktu luang dirumah dengan keluarga.  Ia juga ingin menemani anaknya sekalian melihat sejarah istana bogor yang begitu menarik.
Waktu luangnya Ia manfaatkan karena ia ingin melakukan family bonding, refreshing dan educational .  Faktor yang mendukung ia pergi menuangkan waktu luangnya adalah ketika tempat itu mudah di akses dan nyaman bagi dirinya.

Kebun Raya Bogor and Pak Irsal




Kedua pasangan ini terlihat sangat mesra dan senang ketika sedang berfoto-foto. Mereka sangat menarik perhatian saya karena terlihat sedang bahagia. Pak irsal dan istrinya berasal dari Depok pergi ke bogor karena masih dekat dengan daerah asalnya. Kebetulan Ia juga mengunjungi kebun raya bogor karena dekat dengan stasiun kereta api bogor.               
Saking mesranya kedua pasangan ini selalu membuat jadwal untuk pergi ke luar kota setiap bulannya. Waktu luang menurutnya adalah waktu diluar aktivitas mereka sehari-hari. Istrinya merupakan hal yang melengkapi dirinya dalam melakukan waktu luangnya. “ Karena saya Cuma berdua, kita pasti scheduling untuk liburan keluar kota. Makannya kita kebogor karena simple” Ujar pak Irsal. Ia dan istrinya ingin menganti suasana ketika ada diluar kota.
Waktu luang yang disediakan oleh Pak Irfan dimanfaatkan untuk kebersamaan keluarga. Ia mengaku bosan dirumah jadi harus terus mengisi waktu luangnya dengan sesuatu yang bermanfaat. Ia juga mengunjungi kebun raya bogor ini karena murah dan mudah di akses.